Kamis, 02 Desember 2010

Konfigurasi Elektron

ü Persebaran elektron dalam kulit-kulit atomnya disebut konfigurasi.

ü Kulit atom yang pertama (yang paling dekat dengan inti) diberi lambang K, kulit ke-2 diberi lambang L dst.

ü Jumlah maksimum elektron pada setiap kulit memenuhi rumus 2n2 (n = nomor kulit).

Contoh :

Kulit K (n = 1) maksimum 2 x 12 = 2 elektron

Kulit L (n = 2) maksimum 2 x 22 = 8 elektron

Kulit M (n = 3) maksimum 2 x 32 = 18 elektron

Kulit N (n = 4) maksimum 2 x 42 = 32 elektron

Kulit O (n = 5) maksimum 2 x 52 = 50 elektron

Catatan :

Meskipun kulit O, P dan Q dapat menampung lebih dari 32 elektron, namun kenyataannya kulit-kulit tersebut belum pernah terisi penuh.

Langkah-Langkah Penulisan Konfigurasi Elektron :

1. Kulit-kulit diisi mulai dari kulit K, kemudian L dst.

2. Khusus untuk golongan utama (golongan A) :

Jumlah kulit = nomor periode

Jumlah elektron valensi = nomor golongan

3. Jumlah maksimum elektron pada kulit terluar (elektron valensi) adalah 8.

o Elektron valensi berperan pada pembentukan ikatan antar atom dalam membentuk suatu senyawa.

o Sifat kimia suatu unsur ditentukan juga oleh elektron valensinya. Oleh karena itu, unsur-unsur yang memiliki elektron valensi sama, akan memiliki sifat kimia yang mirip.

4. Untuk unsur golongan utama ( golongan A ), konfigurasi elektronnya dapat ditentukan sebagai berikut :

a) Sebanyak mungkin kulit diisi penuh dengan elektron.

b) Tentukan jumlah elektron yang tersisa.

ØJika jumlah elektron yang tersisa > 32, kulit berikutnya diisi dengan 32 elektron.

ØText Box: Penting untuk dipahami!Jika jumlah elektron yang tersisa <>.

ØJika jumlah elektron yang tersisa <>.

ØJika jumlah elektron yang tersisa <>

Contoh :

Unsur

Nomor Atom

K

L

M

N

O

He

2

2

Li

3

2

1

Ar

18

2

8

8

Ca

20

2

8

8

2

Sr

38

2

8

18

8

2

Catatan :

· Konfigurasi elektron untuk unsur-unsur golongan B (golongan transisi) sedikit berbeda dari golongan A (golongan utama).

· Elektron tambahan tidak mengisi kulit terluar, tetapi mengisi kulit ke-2 terluar; sedemikian sehingga kulit ke-2 terluar itu berisi 18 elektron.

Contoh :

Unsur

Nomor Atom

K

L

M

N

Sc

21

2

8

9

2

Ti

22

2

8

10

2

Mn

25

2

8

13

2

Zn

30

2

8

18

2

Konfigurasi Elektron Beberapa Unsur Golongan A ( Utama ) dan Golongan B ( Transisi )

Periode

Nomor Atom ( Z )

K

L

M

N

O

P

Q

1

1 – 2

1 – 2

2

3 – 10

2

1 – 8

3

11 – 18

2

8

1 – 8

4

19 – 20

2

8

8

1 – 2

21 – 30 ***

2

8

9 – 18

2

31 – 36

2

8

18

3 – 8

5

37 – 38

2

8

18

8

1 – 2

39 – 48 ***

2

8

18

9 – 18

2

49 – 54

2

8

18

18

3 – 8

6

55 – 56

2

8

18

18

8

1 - 2

57 – 80 ***

2

8

18

18 – 32

9 - 18

2

81 – 86

2

8

18

32

18

3 - 8

7

87 - 88

2

8

18

32

18

8

1 - 2

Keterangan :

Tanda ( *** ) = termasuk Golongan B ( Transisi )

MASSA ATOM RELATIF ( Ar )

( Pelajari Buku Paket Kimia 1A halaman 42 sampai 45! )

Ø Adalah perbandingan massa antar atom yang 1 terhadap atom yang lainnya.

Ø Pada umumnya, unsur terdiri dari beberapa isotop maka pada penetapan massa atom relatif ( Ar ) digunakan massa rata-rata dari isotop-isotopnya.

Ø Menurut IUPAC, sebagai pembanding digunakan atom C-12 yaitu dari massa 1 atom C-12; sehingga dirumuskan :

Ar unsur X = ……………………(1)

Ø Karena : massa 1 atom C-12 = 1 sma ; maka :

Ar unsur X = ……………………(2)

MASSA MOLEKUL RELATIF ( Mr )

· Adalah perbandingan massa antara suatu molekul dengan suatu standar.

· Besarnya massa molekul relatif ( Mr ) suatu zat = jumlah massa atom relatif ( Ar ) dari atom-atom penyusun molekul zat tersebut.

· Khusus untuk senyawa ion digunakan istilah Massa Rumus Relatif ( Mr ) karena senyawa ion tidak terdiri atas molekul.

· Mr = S Ar

Contoh :

Diketahui : massa atom relatif ( Ar ) H = 1; C = 12; N = 14 dan O = 16.

Berapa massa molekul relatif ( Mr ) dari CO(NH2)2

Jawab :

Mr CO(NH2)2 = (1 x Ar C) + (1 x Ar O) + (2 x Ar N) + (4 x Ar H)

= (1 x 12) + (1 x 16) + (2 x 14) + (4 x 1)

= 60

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar