Rabu, 26 November 2014

Mangatasi salju dengan garam

Di negara berhawa dingin mudah terjadi salju apabila musin dingin. Salju merupakan salah satu masalah yang serius karena dapat mengganggu transportasi, sebab salju yang menutup jalan akan mengakibatkan jalan sangat licin dan dapat menyebabkan kendaraan tergelincir.
Untuk mencairkan salju dijalanan dilakukan dengan menaburkan garam dapur atau urea. Penambahan garam akan menyebabkan titik beku (titik lebur) air akan turun dibawah nol derajat selcius. Air murni akan membeku nol derajat selcius, sehingga bila suhu udara mencapai nol derajat selcius air hujan akan berubah menjadi salju

Senin, 29 Oktober 2012

Pengetahuan Tebel Periodik

Golongan IA : HerLiNa Kawin Robi Cs Frustasi
Golongan IIA : Beli Mangga Cari Sayur Bapak Raden
Golongan IIIA : BengAl Gali Indonesia Tulen
Golongan IVA : Cahyo Si Gendut Senang sePakbola Umum qini
Golongan VA : NaPi Asal Surabaya Bingung
Golongan VIA : Om Saya Senang Tebang Pohon Untuk hadiah
Golongan VIIA : Fuji Color Berhadiah Intan PermAta
Golongan VIIIA : Heboh Negara Arab Karena Xerangan Ranjau Usul organisasi

Minggu, 20 Mei 2012

Tata Nama Senyawa Karbon

Untuk memberikan nama senyawa karbon, ada tiga bagian yang harus dipahami:
  • nomor cabang
  • nama cabang 
  • nama rantai induk 
Contoh:
3-etil-2-metil pentana  bila diuraikan bisa ditentukan:
  1. rantai induknya pentana
  2. ada dua jenis cabang yaitu etil dan metil, etil harus duluan ditulis mendahului metil (urut abjad)
  3. etil pada rantai induk terikat pada C nomor 3, sedangkan metil terikat pada C nomor dua

Rabu, 30 November 2011

Kandungan Rokok

Merokok tampaknya menjadi trend yang paling terkenal untuk bersosialisasi saat ini. Kebanyakan masyarakat bahkan remaja lebih santai dan nyaman jika mereka merokok. Umumnya mereka belum mengenal bahan kimia yang apa saja yang ditemukan dalam rokok. Sebagian besar bahan kimia yang disetujui sebagai bahan tambahan makanan, tetapi tidak diuji dengan keuntungan yang baik ketika dibakar.

Ada lebih dari 4.000 bahan kimia ditemukan dalam rokok dan 69 diantaranya dapat menyebabkan resiko kanker. Sekitar 43 berbagai karsinogen diidentifikasi dalam rokok.


Asap dari rokok mengandung gas-gas beracun seperti nitrogen, karbon monoksida, amoniak, formaldehida, dan hidrogen sianida. Bisakah Anda membayangkan bahwa sianida ditemukan di rokok digunakan untuk membunuh tikus dan tikus di rumah? Apakah tidak mengganggu bahwa formaldehida adalah zat yang digunakan untuk pembalseman mayat dan juga merupakan salah satu dari rokok yang kita hirup? Perokok yang merokok rokok rasa mentol akan meningkatkan risiko pembentukan penyakit lisan. Bila Anda benar-benar mengetahui dampak dari zat-zat tersebut, akan menjadi sangat bijak bagi Anda untuk tidak merokok lagi, kan?

Tiga bahan yang paling berbahaya dalam rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida. Respirasi meningkat nikotin, detak jantung, dan tekanan darah sehingga memberikan perokok merasa paling santai yang mengarah pada kecanduan. Setelah efek nikotin hilang, perokok akan cenderung untuk menemukan rokok lain untuk menyalakan rokok. Sebagai perokok menjadi lebih kecanduan nikotin, mereka juga memungkinkan risiko lebih dari nikotin yang berbahaya.

Pengaruh asap rokok bagi anak-anak dan wanita hamil lebih berbahaya daripada perokok aktif. Asap rokok dapat menyebabkan resiko kanker paru-paru, asma, bronkitis dan dapat risiko langsung bayi di embrio. Hal ini juga berbahaya jika seorang perempuan adalah merokok aktif sehingga menciptakan komplikasi pada bayi. Begitu seseorang menjadi kecanduan nikotin, resiko dari merokok kemungkinan besar untuk dikembangkan.

Apakah Anda masih memiliki bahwa rasa bersalah ketika Anda berhenti merokok? Setelah mengetahui bahan kimia yang menyebabkan kanker yang ditemukan dalam rokok, Anda mungkin akan tidak merokok lagi, kan? Berikanlah diri kita cara hidup sehat dan lingkungan yang lebih aman untuk orang yang Anda cintai.

Sumber diterjemahkan dari ingredients-in-cigarettes-that-are-dangerous dari http://electroniccigaretteinformation.org/2010

Rabu, 27 Juli 2011

LARUTAN ELEKTROLIT

1) Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

o Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik.

o Larutan elektrolit dapat berupa asam, basa maupun garam.

Contoh : HCl, H2SO4, NaOH, NaCl

o Dibedakan menjadi 2 yaitu :

a) Larutan elektrolit kuat = ditandai dengan lampu yang menyala terang.

b) Larutan elektrolit lemah = ditandai dengan lampu yang menyala redup atau lampu yang tidak menyala namun dalam larutan timbul gelembung gas (contoh : larutan amonia, asam cuka).

o Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik.

Contoh : larutan gula, larutan urea, larutan alkohol.

o Air sebenarnya tidak dapat menghantarkan arus listrik, tetapi daya hantar larutan tersebut disebabkan oleh zat terlarutnya.

2) Teori Ion Svante Arrhenius

Larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik karena mengandung ion-ion yang dapat bergerak bebas

Contoh :

NaCl (aq) Na+(aq) + Cl-(aq)

CH3COOH(aq) CH3COO-(aq) + H+(aq)

v Zat non elektrolit dalam larutan, tidak terurai menjadi ion-ion tetapi tetap berupa molekul.

Contoh :

C2H5OH (l) C2H5OH (aq)

CO(NH2)2 (s) CO(NH2)2 (aq)

3) Proses terjadinya hantaran listrik

Contoh :

· Hantaran listrik melalui larutan HCl. Dalam larutan, molekul HCl terurai menjadi ion H+ dan Cl- :

HCl (aq) H+(aq) + Cl-(aq)

· Ion-ion H+ akan bergerak menuju Katode (elektrode negatif / kutub negatif), mengambil elektron dan berubah menjadi gas hidrogen.

2H+(aq) + 2e H2(g)

· Ion-ion Cl- bergerak menuju Anode (elektrode positif / kutub positif), melepas elektron dan berubah menjadi gas klorin.

2Cl-(aq) Cl2(g) + 2e

· Jadi : arus listrik menguraikan HCl menjadi H2 dan Cl2 (disebut reaksi elektrolisis).

2H+(aq) + 2Cl-(aq) H2(g) + Cl2(g)

Permasalahan : (diskusikan dengan kelompok kalian)

o Bagaimana jika seandainya yang dipakai adalah larutan CuCl2?

o Di elektroda mana yang akan terbentuk lapisan tembaga (Cu)?

o Di elektroda mana yang akan terbentuk gas klorin (Cl2)?

o Jelaskan proses terjadinya hantaran listrik! (lengkapi dengan reaksi ionisasinya)

4) Elektrolit yang berasal dari Senyawa Ion dan Senyawa Kovalen Polar

a) Senyawa Ion

· Dalam bentuk padatan, senyawa ion tidak dapat menghantarkan arus listrik karena ion-ionnya tidak dapat bergerak bebas.

· Dalam bentuk lelehan maupun larutan, ion-ionnya dapat bergerak bebas sehingga lelehan dan larutan senyawa ion dapat menghantarkan arus listrik.

b) Senyawa Kovalen Polar

o Contoh : asam klorida cair, asam asetat murni dan amonia cair.

o Senyawa-senyawa ini dalam bentuk murninya merupakan penghantar listrik yang tidak baik.

o Jika dilarutkan dalam air (pelarut polar) maka akan dapat menghantarkan arus listrik dengan baik.

Penjelasannya :

o Senyawa-senyawa tersebut memiliki kemampuan melarut dalam air karena disamping air sendiri merupakan molekul dipol, pada prinsipnya senyawa-senyawa tersebut jika bereaksi dengan air akan membentuk ion-ion.

§ HCl(l) + H2O(l) H3O+(aq) + Cl-(aq)

( ion hidronium )

§ CH3COOH(l) + H2O(l) H3O+(aq) + CH3COO-(aq)

( ion asetat )

§ NH3(l) + H2O(l) NH4+(aq) + OH-(aq)

( ion amonium )

  • Oleh karena itu, larutan senyawa kovalen polar merupakan larutan elektrolit.

Keterangan tambahan :

Ion yang terdapat dalam air dapat terbentuk dengan 3 cara :

1). Zat terlarut merupakan senyawa ion, misal : NaCl

Reaksi ionisasinya : lengkapi sendiri

2). Zat terlarut merupakan senyawa kovalen polar, yang larutannya dalam air dapat terurai menjadi ion-ionnya, misal : H2SO4

Reaksi ionisasinya : lengkapi sendiri

3). Zat terlarut merupakan senyawa kovalen yang dapat bereaksi dengan air, sehingga membentuk ion, misal : NH3

Reaksi ionisasinya : NH3(l) + H2O(l) NH4+(aq) + OH-(aq)

( ion amonium )

o Daya hantar listrik air murni biasa digolongkan sebagai non konduktor. Akan tetapi, sebenarnya air merupakan suatu konduktor yang sangat buruk. Zat elektrolit akan meningkatkan konduktivitas air, sedangkan zat non elektrolit tidak.

o Arus listrik adalah aliran muatan. Arus listrik melalui logam adalah aliran elektron, dan arus listrik melalui larutan adalah aliran ion-ion.

o Zat elektrolit dapat berupa senyawa ion atau senyawa kovalen polar yang dapat terhidrolisis (bereaksi dengan air).

o Senyawa ion padat tidak menghantar listrik, tetapi lelehan dan larutannya dapat menghantar listrik.

5) Elektrolit Kuat dan Elektrolit Lemah

§ Pada konsentrasi yang sama, elektrolit kuat mempunyai daya hantar lebih baik daripada elektrolit lemah. Hal ini terjadi karena molekul zat elektrolit kuat akan lebih banyak yang terion jika dibandingkan dengan molekul zat elektrolit lemah.

§ Banyak sedikitnya elektrolit yang mengion dinyatakan dengan derajat ionisasi atau derajat disosiasi (a), yaitu perbandingan antara jumlah zat yang mengion dengan jumlah zat yang dilarutkan.

Dirumuskan :

; 0 £ a £ 1

§ Zat elektrolit yang mempunyai a besar (mendekati 1) disebut elektrolit kuat sedangkan yang mempunyai a kecil (mendekati 0) disebut elektrolit lemah.

Contoh elektrolit kuat = larutan NaCl, larutan H2SO4, larutan HCl, larutan NaOH

Contoh elektrolit lemah = larutan CH3COOH dan larutan NH3.

Minggu, 26 Juni 2011

 Beberapa kondisi / keadaan yang biasa dijadikan acuan perhitungan kimia

1) Keadaan Standar

§ Adalah suatu keadaan dengan suhu 0oC dan tekanan 1 atm.

§ Dinyatakan dengan istilah STP (Standard Temperature and Pressure).

Pada keadaan STP, volum molar gas (Vm ) = 22,4 liter/mol

2) Keadaan Kamar

Ø Adalah suatu keadaan dengan suhu 25oC dan tekanan 1 atm.

Ø Dinyatakan dengan istilah RTP (Room Temperature and Pressure).

Pada keadaan RTP, volum molar gas (Vm) = 24 liter/mol

3) Keadaan Tertentu dengan Suhu dan Tekanan yang Diketahui

Digunakan rumus Persamaan Gas Ideal :

PV = nRT

P = tekanan gas (atm); 1 atm = 76 cmHg = 760 mmHg

V = volum gas (L)

n = jumlah mol gas

R = tetapan gas (0,082 L atm/mol K)

T = suhu mutlak gas (dalam Kelvin = 273 + suhu Celcius)

4) Keadaan yang Mengacu pada Keadaan Gas Lain

Misalkan :

- Gas A dengan jumlah mol = n1 dan volum = V1

- Gas B dengan jumlah mol = n2 dan volum = V2

- Maka pada suhu dan tekanan yang sama :

V1 : V2 = n1 : n2 atau n1 : v1 = n2 : v2